Morris Minor yang berbentuk mini dan lucu

Morris Minor yang berbentuk mini dan lucu

Salah satu dampak dari krisis ini adalah dunia otomotif Inggris yang langsung ‘lesu’. Dan lewat inisiasi desainer sekaligus engineer Sir Alec Issigonis, lahirlah sebuah kendaraan kompak dan lincah, dengan efisiensi baik, dan yang terpenting muat untuk digunakan 4 orang dewasa. Ya, inilah asal usul dari Mini yang pada masanya disebut sebagai Austin Seven atau Morris Minor .

Morris Minor yang berbentuk mini dan lucu

Dan bagi penggemar youtube juga pasti tahu karena beberapa saat lalu sempat menjadi tranding nomor 1 Youtube untuk konten Taulany tv yang berisi Jual Morris Rp 700 Juta kepada Raffi Ahmad, Dan untuk mobil klasik memang tidak ada harga pastinya. Untuk mobil bekas saja harganya tergolong sangat mahal.

Dalam waktu sekejap, mobil ini langsung menjadi simbol kendaraan sekaligus gaya hidup masyarakat Inggris di era 60-an. Mini di masanya pun turut bersinar cerah di motorsport berkat dari hasil tangan legenda balap Inggris, John Cooper, yang membuat mobil Mini di masanya bisa bersinar dan menjadi jawara reli Monte Carlo dari 1964 sampai 1967.

Memasuki era Millenium, Mini Moris sepenuhnya di bawah naungan BMW Group. Percampuran dua kultur otomotif Anglo-saxon ini nyatanya tidak sampai mengubah jati diri MINI, justru menyempurnakan citra desain MINI dengan teknologi dan inovasi khas mobil Jerman.

Desainnya unik, mobil keluarga ini menggunakan konsep hatchback dengan dua pintu. Ukurannya mungil, memiliki dimensi panjang 3 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 1,3 meter saja. Dalam keadaan kosong, berat kendaraan ini mencapai 617 kg dan mampu memuat beban maksimal 315 kg.

Kabin penumpang cukup kecil, hanya selebar 1,1 meter, tetapi memiliki ruang kaki yang cukup lebar. Ruangan ini kira-kira cukup untuk menampung 5 orang penumpang, dengan proporsi 4 orang dewasa dan seorang anak. Di bagian belakang, bagasinya bisa digunakan untuk menaruh koper berukuran sedang, atau benda lain dengan dimensi kurang dari 1 x 0,5 x 0,4 meter.

Setiap pintu dilengkapi dengan tuas putar untuk mengatur jendela kaca, serta tempat sampah kecil di bagian dalamnya. Demi kenyamanan penumpang, setiap sisi jok belakang dipasangi bantalan untuk meletakkan siku.


Welcome to Autocantabria followers

Desain klasik tampak di bagian depan, tuas kemudi berdiameter besar dilengkapi dengan speedometer yang cukup aneh. Mengapa? Karena posisi speedometer ini berada di bagian tengah, bukan tepat di hadapan pengemudi. Aplikasi ini juga sempat dipakai pada Mini Cooper, versi terbaru dari rangkaian mobil Mini. Namun akhirnya diganti akibat membanjirnya komplain pengguna. Tentu saja, karena posisi tersebut dapat mengganggu konsentrasi pengemudi.

Kemampuan akselerasinya juga cukup mengagumkan. Sanggup merangkak dari kecepatan dari 0 sampai berlari 100 km/jam hanya dalam waktu kurang dari 20 detik. Tidak mengherankan, sebab sedan berbahan bakar bensin ini dibekali dengan mesin BMC Austin A-Series 998 cc dengan 4 silinder. Mesin ini pun cukup irit, hanya membutuhkan 7,8 liter untuk menempuh jarak 100 km.

Baca juga :   Toyota corolla menjadi sebuah Film Di Jepang

Siapa tidak kenal dengan Mr. Bean? Kiranya semua penikmat televisi pasti pernah mendengar karakter kocak yang diperankan oleh Rowan Atkinson tersebut. Namun kali ini kita tidak akan membicarakan tentang sosok Rowan Atkinson yang cerdas itu. Melainkan soal mobil klasik yang sering muncul dalam film serial yang dibintanginya.

Mr. Bean, tokoh utama dalam Film tersebut memiliki satu unit mobil mungil berwarna hijau. Mobil tersebut biasa disebut dengan Morris Mini Cooper