Vw combi masih banyak diminati hingga saat ini

Vw combi merupakan salah satu mobil klasik yang banyak diminati sampai saat ini

Kami akan sedikit membahas mengenai vw combi Jerman yang sampai saat sekarang ini harganya masih lumayan mahal untuk mobil bekas dipakai, Salah satunya yaitu kombi kumis ( buatan tahun 1967 samapi tahun 1970 ) bila dibandingkan dengan kombi-kombi generasi berikutnya serta keistimewaan produk kombi Jerman generasi terakhir yaitu buatan tahun 1977 sampai 1979 yang harganya juga masih selangit.

Vw combi masih banyak diminati hingga saat ini

Volkswagen Combi dan Beetle atau yang kerap disebut “kodok” adalah sekian model asal Jerman ini yang banyak beredar di Indonesia. Bentuknya sudah menjadi ikon sehingga tidak jarang orang ingin memilikinya, apalagi di tengah ramainya tren vintage ataupun retro saat ini.

Berbicara soal VW combi, model ini merupakan asal usul dari kendaraan van modern untuk pengangkutan kargo atau penumpang saat ini karena bentuknya yang panjang seperti mini bus atau angkot.

Nama resmi mobil ini sendiri adalah Transporter atau Kombi (nama panjangnya adalah Kombinationskraftwagen), sebuah mobil van yang diperkenalkan pertama kali pada 1950 silam. Mobil ini awalnya berperan sebagai model kedua dari VW, setelah model sebelumnya, VW Beetle, sukses dipasaran.

Perancang dari VW Kombi ini sebenarnya berasal dari importir mobil VW asal Belanda, Ben Pon. Pada 1947, Ben terinspirasi dari troli bermotor di pabrik-pabrik. Kemudian, Ben langsung membayangkan sebuah mobil berbentuk kotak, dengan ruang yang sangat lega untuk mengangkut barang, seperti troli.

VW Kombi ini memiliki pendinginnya oli. Dia tidak punya radiator. Kalau olinya kurang ya panas. Tapi sebenarnya simpel sih. Kurang tinggal nambah, kurang tinggal nambah.

VW memang sudah dari dulu mengandalkan sistem pendinginan ini. Namun pada tahun 1972, model bus misalnya, yang sebenarnya berkode Volkswagen Type 2, sudah menggunakan sistem pendinginan yang lebih besar.

Hingga kini, Volkswagen Grand California adalah generasi keenam dari mobil legenda berumur 60 tahun ini. Segala halnya dibuat baru dan mengikuti zaman kini. Mulai dari suspensi, fitur, mesin dan sasis diberikan pembaruan. Namun menariknya, sisi ikoniknya masih dipertahankan yang dapat diamati pada sisi eksterior. Seakan masih ingin mempertahankan pesan pendahulunya yakni sebagai kendaraan yang dipenuhi unsur kebebasan.


Welcome to Autocantabria followers

Dalam hal kelemahan VW Combi yang disebutnya mudah terbakar, dia beralasan karena pemilik tidak awas terhadap posisi tangki bensin dengan mesin mobil yang berdekatan. “Kalau ada kebocoran kan bisa membuat (memicu) kebakaran, karena letak tangki bensin dan mesin berdekatan

Namanya juga hobby, mainan kesayangan, atau kesukaan, kepuasan para pemilik VW klasik bukan pada kekuatan mesin, kecepatan di jalan tol, perangkat stereo modern, AC yang dingin atau hal-hal lain yang umumnya diharapkan dari sebuah mobil.

Baca juga :  Morris Minor yang berbentuk mini dan lucu

Sebaliknya hampir semua mobil VW itu dirancang sederhana dan bukan untuk ngebut. Malah banyak kolektor Combi memasang stiker peringatan yang cantik dan melekat indah di kaca belakang bertuliskan: “Slow Moving Vehicle.”

Beberapa kolektor mengaku ada rasa puas yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika mereka selesai mencuci dan memoles bodi mobil, kemudian melihat tak setitik pun noda yang melekat. Karena teman sehobi banyak, ada saja acara yang diadakan untuk ritual itu setiap akhir pekan.

Banyak kisah unik dan sejarah besar yang menyertai kehadiran mobil VW klasik di seluruh dunia, dan karena itu juga membuat jatuh hati para penggemar otomotif di Indonesia.